Ikan Komet
Ikan komet memiliki nama latin Carassius auratus-auratus.
Ini merupakan jenis ikan hias yang diminati oleh banyak orang. Ikan
komet memiliki bentuk yang hampir serupa dengan ikan koki dikarenakan
kedua ikan tersebut berasal dari Cyprinidae familia. Namun,
ikan komet memiliki bentuk yang berbeda dengan ikan-ikan lain pada
umumnya yaitu sedikit memanjang dan tegak pipih. Mulutnya terletak di
ujung dan mudah disembulkan. Giginya tersusun atas tiga gigi
kerongkongan dan sebuah gigi geraham.
Seluruh tubuh ikan komet nyaris ditutupi
oleh sisik. Sirip punggungnya terletak berseberangan dengan sirip perut.
Ikan komet ini pertama kali dibudidayakan oleh masyarakat Cina pada
tahun 1700an. Pembudidayaan ikan komet selanjutnya menyebar ke negeri
matahari terbit, Jepang. Kondisi air untuk pemeliharaan ikan komet cepat
menjadi kotor sehingga hal ini membuat ikan komet sangat rentan
terhadap penyakit. Ikan ini memiliki keindahan warna, kelincahan
gerak-gerik, serta keunikan bentuk tubuh.
Cara Budidaya dan Beternak Ikan Komet
Cara budidaya ikan komet pun dilakukan
dengan cara khusus. Cara ternak ikan komet dilakukan dalam akuarium
dengan ukuran 60x60x60 cm. harus dipastikan bahwa akuarium yang
digunakan adalah akuarium bersih yang telah dicuci dengan sabun serta
dibilas dengan air. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan jamur serta
bakteri sehingga akuarium yang digunakan untuk teknik budidaya ikan
komet adalah akuarium yang steril dan tidak mengandung penyakit.
Setelah urusan dengan akuarium
selesai, teknik beternak ikan komet selanjutnya adalah mengenai
penentuan induk. Induk jantan dapat dikenali dari bintik-bintik bulat,
menonjol, serta kasar pada bagian dadanya. Sedangkan pada induk betina,
bintik-bintik juga terdapat pada bagian dada, namun terasa halus jika
diraba. Untuk mengetahui apakah induk ikan komet sudah masak atau belum,
maka dilakukan pemijatan. Apabila induk telah masak, maka akan keluar
cairan yang berwarna putih pada induk jantan serta warna kuning bening
pada induk betina.
Cara beternak berikutnya dilakukan
melalui pemijahan. Pemijahan dilakukan dengan 2 induk komet betina serta
1 induk koi jantan. Semua induk tersebut dimasukkan dalam sebuah
akuarium yang dilengkapi dengan tanaman enceng gondok yang berfungsi
sebagai substrat. Pemijahan berlangsung semalam. Apabila berhasil,
umumnya induk telah melekat pada tanaman enceng gondok. Setelah
pemijahan, maka penetasan telur akan dilakukan dengan segera. Ikan komet
tergolong ikan yang tidak memelihara telurnya sehingga telur yang
menempel pada enceng gondok sebaiknya segera diangkat dari akuarium. Hal
ini dimaksudkan agar telur tersebut tidak dimangsa oleh ikan komet.
Telur akan menetas sesudah 2-3 hari dan menjadi larva. Larva ikan komet
yang berusia 7 hari bersifat lemah. Larva memerlukan pakan dari luar
untuk melindungi resiko kematian.
Pembenihan dan Pemberian Pakan
Pembenihan adalah teknik memelihara ikan
komet berikutnya. Wadah yang digunakan untuk pembibitan haruslah wadah
yang telah dikeringkan di bawah sinar matahari selama 1-2 hari. Hal ini
bertujuan untuk membunuh bibit-bibit parasit. Larutkan pupuk yang
berasal dari kotoran ayam dengan air sampai larut. Setelah dua hari,
bibit mulai ditanam dan dibiarkan selama lima hari agar tumbuh dan
berkembang biak. Setelah 5 hari, larva komet dipindahkan ke wadah untuk
pemeliharaan.
Pakan tambahan diberikan setelah 15 hari
pemeliharaan. Setelah genap 1 bulan, akan terlihat bentuk asli dari anak
komet tersebut. Penyeleksian dilakukan dengan menentukan ikan komet
yang memiliki bentuk sama dengan induknya. Ikan komet yang tidak sesuai
dengan bentuk induknya bisa disingkirkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar